17 September 2012

Puisi Nasionalisme: Kita Satu

by ZodiakLopedia.Com tagged as published on 17 September 2012
Kiriman puisi berikutnya datang dari Maydelin Tandipuang berjudul Kita Satu. Puisi tersebut masing setema dengan puisi kiriman dari Iladiena Zulfa yakni Puisi untuk negeri. Baik puisi dari Maydelin Tandipuang maupun Iladiena Zulfa, keduanya sama-sama menuangkan kekecawaan akan keadaan negara kita. Namun ada sedikit perbedaan dari kedua puisi ini, kiriman Iladiena Zulfa mengutarakan kekecewaan akan oknum pemerintah sedangkan kiriman dari Maydelin Tandipuan berjudul Kita Satu ini lebih ditekankan pada rasa nasionalisme masyarakatnya.

Kekecewaan tersebut disebabkan fenomena masyarakat kita yang kurang memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme. Untuk itu dari puisi kita satu ini pengirim menyinggung amanat tentang persatuan dan kesatuan. Dimana saat ini persatuan dan kesatuan Indonesia sudah tergoyahkan, rasa kebanggaan mulai hilang, dan celaan terhadap Negara sendiri sudah tak terbantahkan. Lewat puisinya, Maydelin Tandipuang mengisyaratkan kepada kita semua untuk sadar darimana kita berasal, dimana kita dilahirkan, dan dimana kita berpijak sekarang.

indonesia satu

Harusnya kita menyadari arti penting dari persatuan dan nasionalisme, hilangkan keegoisan, dan jangan selalu menyalahkan. Berikan yang terbaik untuk Indonesia, karena kita adalah SATU, bukan sekedar mencari kesalahan, tapi harusnya kita bersama menutupi kesalahan agar kekurangan berubah menjadi kebanggaan. Hidupkan kembali semangat persatuan dan kesatuan dimana dengan semangat itu kita menjadi Negara yang kokoh.

Terimakasih kepada Maydelin Tandipuang, berharap suatu hari nanti bait demi bait puisi ini menyadarkan kita semua, seluruh Indonesia, akan pentingnya nasionalisme dan bersatu.

Kita Satu

Mengapa Indonesiaku dibenci?
Karena kalian tak mengerti
Mengapa Indonesiaku menangis?
Karena kalian selalu pesimis

Ya, kalian..
Padahal kita satu Ibu..
Padahal kita satu muasal..
Lantas mengapa tak percaya?
Mengapa tak yakin pada Indonesiaku?
Indonesiamu juga

Oo aku tahu mengapa
Karena kamu terlalu sering mengakhayal
Tak sadar darimana berasal
Padahal kita satu bahasa

Sadarlah saudaraku
Kita selalu ditunggu
Pulang ke pangkuan Ibu
Karena kita adalah satu

Oleh Maydelin Tandipuang
Facebook : http://www.facebook.com/idel.tandipuang - Twitter: @juzt_idel

Harapan besar dari kita semua semoga rasa kebangsaan kita tumbuh kembali, dan semakin kokoh dari masa ke masa, seperti semangat nasionalisme pemuda-pemudi zaman penjajahan dahulu yang dibuktikan dengan lahirnya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, serta semangat patriotisme yang ditunjukkan oleh para pemuda dalam merebut kemerdekaan. Hal itulah yang patut menjadi contoh bagi remaja sekarang ini dan jangan sampai melupakannya.

Advertisement



Bagikan:

Komentar Untuk Puisi Nasionalisme: Kita Satu