06 September 2012

Kumpulan Pantun Berantai

by ZodiakLopedia.Com tagged as published on 06 September 2012
Pantun adalah jenis karya sastra berbentuk puisi lama. Berbagai macam istilah pantun dikenal di semenanjung nusantara. Menurut bahasa sunda, pantun lebih dikenal dengan istilah paparikan. Jenis-jenis pantun sangatlah banyak, seperti pantun berantai yang akan dicontohkan dibawah nanti. Walaupun memiliki aneka ragam jenisnya, pantun mempunyai keunikan tersendiri dibandingkan dengan puisi, yakni terdiri dari sajak dengan struktur a-b-a-b ataupun a-a-a-a.

Bagian pantun terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian sampiran dan bagian isi. Bagian sampiran pada pantun merupakan pengantar atau pendahuluan, sedangkan bagian isi menceritakan tentang amanat yang akan disampaikan oleh pelantun pantun. Meskipun zaman semakin modern, tetapi semakin lama, semakin pantun kerap populer dan sering digunakan dalam acara-acara adat seperti pernikahan dan acara lainnya, hingga acara hiburan di televisi sekalipun.

Berikut beberapa contoh kumpulan pantun berantai, salah satu jenis pantun terpopuler dikalangan kita hingga saat ini.
pantun
Pak tani turun ke ladang,
turun ke ladang menanam ubi.
Kami ucapkan selamat datang,
kepada tuan dan puan yang hadir di sini.

Kain songket cantik sekali
dipakai orang untuk menari,
TK Al-Madinah inilah sekolah kami,
diajar ilmu sambil mengaji.

Diajar ilmu sambil mengaji,
untuk menjadi anak islami.
Supaya dapat membangun anak negeri,
Kota Dumai yang kita cintai.

Kota Dumai kota berseri,
kota yang indah tempat kami berdiri.
TK Al-Madinah cetak anak negeri,
berbudi pekerti dan islami.

Panah busur bawa berburu,
memburu rusa dapatnya kijang.
Kami belajar dibimbing ibu guru,
dengan kasih dan sayang.

Ikan patin masak bersantan,
dimakan sebagai perlengkapan nasi.
Terima kasih kami ucapkan,
kepada bu guru yang baik hati.

Buah delima merah merekah
Tumbuh sebatang di tepi perigi
Meskipun kami sudah berpisah
Bu guru tersayang tetap di hati

Anak gembala mencari jerami,
jerami buat makanan kuda.
Alangkah senang hati kami,
karna kami sudah di wisuda.

Ayah dan Bunda, Kakak semua,
lihatlah kami memakai Toga.
Kalau menyanyi kami ahlinya,
rumus matematika tak usah di tanya.

Berjalan di padang Arafah,
dapat kurma di padang pasir.
Meski pun kami sudah berpisah,
tegur sapa tidak lah berakhir.

Jalan-jalan ke danau buatan,
dapat tali berpilin – pilin.
Hari ini hari perpisahan,
silaturrahmi tetap terjalin.

Ikan puput ikan gurami,
kepiting cumi dan udang galah.
Sampai di sini persembahan kami,
mohon maaf silaf dan salah.

---------------------------

Andai aku burung bersayap,
aku kan ke negeri Baghdad.
Andai salamku tidak di jawab,
berarti anda buka umat Muhammad.

Belalang hinggap diatas pagar,
pagar dekat pohon cabai.
Kalau kamu ingin belajar,
semua cita-cita akan tercapai.

Dayung perahu tujuh haluan,
membawa mangkok bersama rempah
Kalau ilmu tidak diamalkan,
ibarat pokok tidak berbuah.

Pinang muda dibelah dua,
anak burung mati di ranggah.
Dari muda sampai ke tua,
ajaran baik jangan dirubah.

Rusa betina berbelang kaki,
mati terkena jerat sembat.
Orang yang muda kita sayangi,
orang yang tua kita hormat.

Advertisement



Bagikan:

Komentar Untuk Kumpulan Pantun Berantai